Minggu, 18 Maret 2012

TEKNIK MENYAMPAIKAN PRESENTASI


TEKNIK MENYAMPAIKAN PRESENTASI


Sebelum menyajikan presentasi ada beberapa persiapan teknis yang perlu dilakukan. Usahakan untuk dating ke tampat pertemuan lebih awal untuk mempersiapkan berbagai hal teknis, seperti mengecek kejelasan tulisan transparansi atau slide yang anda gunakan dari tempat duduk yang paling jauh.
Pada umumnya, presentasi dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1.      Pendahuluan
2.      Penyajian
3.      Tanya jawab
4.      Rangkuman /simpulan
5.      Penutup

A.TEKNIK-TEKNIK PRESENTASI
            Dalam melakukan presentasi ada beberapa factor dan teknik yang harus mendapat perhatian.
1.      Menanggulangi rasa takut.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan tersebut. Pertama, adalah dimulai dengan penguasaan diri dan materi yang baik. Sebelum maju ke depan podium, ambil napas panjang beberapa kali untuk menenangkan diri dan katakana kepada diri sendiri “pasti! Saya dapat melakukannya dengan baik.” Kemudian bicaralah dengan tenang , suara yang jelas dan bulat serta irama lebih lambat dari kebiasaan bicara.

2.      Kredibilitas presenter
Peranan presenter dan media akan di bahas dalam bagian ini. Sedangkan pembahasan tentang penerima pesan telah dilakukan pada bagian mempersiapkan presentasi.

3.      Memberikan penekanan kepada pokok-pokok pikiran penting.
Penekanan pada pokok-pokok pikiran yang penting juga dapat dilakukan melalui tekanan nada suara.

4.      Pandangan mata
Komunikasi yang baik dalam presentasi akan di fasilitasi oleh kontak atau pendangan mata. Usahakan untuk memandang mata pendengar anda secara individual sesering mungkin, tetapi jangan terkesan pada orang-orang tertentu saja.

5.      Gunakan ilustrasi untuk menjelaskan gagasan.
Memahami suatu konsep akan dipermudak dengan menggunakan ilustrasi, berupa gambar, tabel, grafik, dan sebagainya.

6.      Tanya jawab
Suatu presentasi biasanya diikuti dengan Tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada pendengar meminta penjelasan atau point-point tertentu. Atau untuk memberikan komnentar atau mengaitkan dengan informasi lain yang relevan.
Dalam Tanya jawab, seseorang pembicara harus mempunyai kemampuan dan kesediaan untuk mendengarkan orang lain dengan baik.
Hamilton (1977) mengidentifikasikan beberapa factor penyebab terjadinya proses mendengarkan yang buruk sebagai berikut:

a.   Hambatan Fisik
              Komunikasi akan terganggu oleh factor-faktor yang bersifat fisik, seperti dengungan suara OHP, dering telpon seluler yang terjadi dalam suatu presentasi, mobil yang menderu dijalan raya dan sebagainya.

b.Hambatan Personal
              hambatan personal dapat berasal dari kondisi fiisik pembicara, misalnya kecemasan, tidak merasa sehat, dan sebagainya atau di sebabkan factor psikologi pembicara, terganggu konsentrasi karena memikirkan hal lain atau persepsi negative terhadap orang lain.

 c. Hambatan Peristilahan (Semantik).
              Konsentrasi mendengar juga dapat terganggu oleh banyaknya istilah-istilah asing yang baru atau tidak dikenal.
 d. Jaga Penampilan yang Terbaik.

              Wajah orang yang tersenyum menimbulkan rasa senang dan simpati dari orang yang melihatnya. Sebelum mulai berbicara tersenyumlah dengan hangat kepada pendengar anda.

e. Tepat Waktu.

              Mulai dan akhiri presentasi anda tepat pada waktunya. Kalau anda menunggu lebih lama lagi untuk yang lain, orang yang telah dating awal dan tepat waktu akan merasa tidak dihargai bahkan “dihukum” .
              Oleh sebab itu, usahakanlah untuk membahas hal-hal penting pada awal pertemuan, jangan menunggu sampai saat-saat akhir.

f. Akhiri Presentasi dengan Baik

              berikan kesimpulan atau penegasan kembali gagasan utama presentasi sebagai penutup. Ada beberapa cara untuk mengakhiri presentasi dengan baik, misalnya dengan mendorong peserta untuk melakukansuatu tindakan setelah mendengarkan presentasi anda. Anda dapat juga mengakhiri dengan retorika  yang tepat dan relevan untuk tujuan presentasi anda, dengan menggunakan pepatah terkenal, seperti “berani mengajar harus berani belajar” atau dapat juga mensitir gagasan pemikir pendidikan misalnya nitzle berkata bahwa “the surest way to corrupt a young man is to teach him to esteem more highly those who think a like than those who think differently.” Yang diterjemahkan artinya “cara yang paling jitu untuk merusak cara berpikir orang muda adalah mengajarinya untuk menghargai orang lain yang berpikiran sama dengan dirinya, dan memandang rendah mereka yang berbeda pendapat.
              Selanjutnya anda dapat menggunakan kata-kata penutup, seperti “sampai disini diskusi kita, dan sampai bertemu lagi” dan sebagainya.

B.EVALUASI PRESENTASI
              Setelah melakukan presentasi sebaiknya anda mengevaluasi, misalnya: dengan meminta teman atau kolega yang anda percaya untuk member masukan konstruktif setelah mengamati presentasi anda.

              Ada beberapa tindak lanjut yang baik dilakukan setelah presentasi, sebagai berikut:
1.      Cara membuat interaksi dalam presentasi
Setelah presentasi berakhir, pembicara perlu membuat catatan tentang berbagai kejadian presentasi, termasuk berbagai pertanyaaan yang ditanyakan, kritik dan masukan peserta, serta kelancaran proses.
2.      Penyebaran lanjut informasi
Gagasan yang di bahas dalam presentasi akan sia-sia kalau hanya berakhir tanpa tindak lanjut. Sebaiknya setelah presentasi anda membuat ringkasan atau rangkuman gagasan dan isu utama serta hasil diskusi , dan membuat news letter untuk dikirimkan ke kolega atau berbagai pihak yang relevan dan yang akan mendapat manfaat dari informasi anda.
3.      Penutup.
Berbicara dimuka umum, lebih merupakan keterampilan yang dipelajari daripada bakat sejar lahir, seseorang yang mempunyai bakat berbicara di depan public, tapi jarang atau bahkan tidak pernah menggunakannya akan kehilangan bakat tersebut. Sebaliknya, semakin sering dilakukan maka akan semakin terampil. Seumpama permata, kalau tidak diasah maka tidak akan kelihhatan kilaunya. Untuk menjadi presenter yang hebat, diperlukan latihan, waktu, dan kesungguhan.

ABSTRAK


PENYUSUNAN ABSTRAK


A. PENGERTIAN ABSTRAK

            Secara umum, abstrak dapat diartikan sebagai versi mini dari sebuah karya ilmiah. Menurut Houghton (1975) abstrak dapat didefenisikan sebagai rangkuman informasi yang terdapat dalam sebuah dokumen. Menurut American national standards institute (1977) abstrak yang dipersiapkan dengan baik akan memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi materi inti dari sebuah dokumen secara cepat dan akurat sehingga pembaca dapat mengetahui apakah dokumen tersebut terkait dengan kebutuhan mereka.
            Day (1993) menyatakan bahwa abstrak karya ilmiah harus memaparkan:
1.      Tujuan utama dan ruang lingkup penelitian.
2.      Bahan dan metode yang digunakan.
3.      Memberikan ringkasan hasil.
4.      Simpulan untuk hal-hal yang mendasar.

Weisberg & buker (1990) menyebutkan bahwa abstrak laporan penelitian pada intinya terdiri dari lima hal penting yaitu:
1.      Latar belakang.
2.      Tujuan.
3.      Method.
4.      Hasil.
5.      Simpulan.
Panjang abstrak pada umumnya tidak melebihi 250 kata.

B. JENIS ABSTRAK
            Menurut day (1993) abstrak dalam penulisan ilmiah terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.      Abstrak informatif.
Abstrak informatif  merupakan ringkasan dan memuat hal-hal pokok yang asli dalam sebuah karya ilmiah, yang banyak digunakan dalam penulisan makalah jurnal atau karya ilmiah hasil penelitian.
Pada umumnya karya ilmiah memaparkan permasalahan, metode penelitian, dan utama/hasil penelitian, dan simpulan.
2.      Abstrak deskriptif.
Abstrak deskriptif dirancang untuk menunjukkan subjek atau bahasan dari sebuah karya ilmiah yang mempermudah calon pembaca untuk memutuskan apakah mereka akan membaca seluruh karya tersebut atau tidak. Abstrak ini tidak dapat menggantikan karya ilmiah yang utuh. Oleh karena itu, abstrak jenis ini digunakan dalam publikasi berbentuk review materi, laporan seminar, dan lain-lain.
            Walaupun abstrak dapat bersifat informatif dan deskriptif,  namun biasanya penulisan abstrak merupakan kombinasi dari keduanya.

C. KEGUNAAN ABSTRAK
            Jika abstrak diterbitkan bersama dengan naskah aslinya maka abstrak dapat berfungsi sebagai petunjuk depan atau heading bagi pembaca. Kegunaan lain dari abstrak adalah dengan membaca abstrak, pembaca dapat mengetahui secara cepat perkembangan ilmu dalam bidang tertentu yang ingin diketahui secara garis besar.

D. PENYUSUNAN ABSTRAK KARYA ILMIAH PENELITIAN
            Dalam menyusun abstrak, bagian pertama yang harus ditulis adalah latar belakang. Latar belakang yang dituliskan disini adalah menuliskan beberapa informasi latar belakang yang penting yang mendasari pelaksanaan penelitian secara singkat. Penulisan tujuan penelitian dalam abstrak juga harus ditulis secara singkat namun tidak menguranngi esensi tujuan penelitian. Informasi lain yang harus dituliskan dalam abstrak adalah metode dan hasil penelitian yang ditulis dengan singkat dan jelas, hasil penelitian dan penulisan simpulan dan rekomendasi.
            Disamping itu, abstrak juga tidak diperlukan biblografi, gambar, atau tabel. Walaupun abstrak ditulis secara singkat jangan gunakan singkatan. Namun, apabila singkatan dapat digunakan setelah untuk pertama kalinya diberikan dalam versi lengkapnya.
            Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penyusunan abstrak, perhatikan contoh abstrak berikut:
Abstrak
Tutorial merupakan bagian integral dan system pendidikan jarak jauh. Universitas terbuka (UT) setelah mengembangkan dan menawarkan sebagai modus tutorial melalui berbagai media. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, UT juga menawarkan tutorial online melalui internet, makalah ini melaporkan hasil penelitian yang dilakukan untuk melihat korelasi antara partisipasi mahasiswa dalam tutorial onlne dengan hasil belajar mereka. Berdasarkan data dari 1000 mahasiswa dalam 160 mata kuliah tutorial online selama dua semester, hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara tingkat pertisipasi mahasiswa dalam tutorial online dengan tingkat hasil belajar mereka.
            Pada contoh diatas, apabila dibaca dengan cermat kalimat pertama dan  kedua merupakan latar belakang dari penelitian yang dilakukan, sedangkan berikutnya dipaparkan tentang tujuan dan ruang lingkup penelitian, diikuti dengan metodologi yang digunakan dalam penelitian. Kalimat berikutnya adalah penjelasan tentang hasil penelitian dan diakhiri dengan simpulan. Walaupun hanya 89 kata, namun telah secara komprehensif menggambarkan keseluruhan isi karya ilmiah.
            Pada umumnya, dalam menulis abstrak penulis kerap kali mengalami abstrak yang ditulis terlalu panjang. Menurut Weisberg dan buker (1990) dalam proses pengurangan atau memperpendek abstrak pada dasarnya hanya dapat dengan mengurangi dua atau tiga elemen dengan memfokuskan abstrak pada hasil penelitian. Hal pertama yang dapat dikurangi adalah latar belakang. Kemudian, dapat pula dilakukan penyatuan antara tujuan dan metode penelitian yang digunakan. Pada bagian terakhir simpulan dan rekomendasi dapat juga dipadatkan dalam satu atau dua kalimat saja. Salah satu proses memperpendek abstrak dapat dilakukan dengan cara menyatukan metode serta mengintegrasikan simpulan dan rekomendasi. 
            Penulisan abstrak biasanya diikuti dengan penulisan kata-kata kunci yang digunakan dalam penyajian makalah. Kata kunci dalam penyajian sebuah makalah pada umumnya dipilih dari kata yang paling mewakili atau mencerminkan isi dari uraian yang dituliskan dalam makalah tersebut. Kata kunci biasanya digunakan untuk mempermudah pencarian makalah yang membahas tentang hal tersebut. 

SISTEMATIKA DAN CARA PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN


SISTEMATIKA DAN CARA PENYUSUNAN
 LAPORAN PENELITIAN


A.   Pengertian Laporan Penelitian.
Laporan penelitian merupakan suatu media atau dokumen komunikasi antara peneliti dengan masyarakat umum terutama pembaca yang ditargetkan atau yang berkepentingan dengan penelitian yang telah dilakukan tersebut (wardani,1997).
Beberapa penulis (turk & kirkman, 1982, britowidjoyo,1985: arifin, 1987;indriati,2001), mengemukan bahwa unsur-unsur dari laporan penelitian  adalah:
1.      Judul tulisan
2.      Abstrak
3.      Pendahuluan
4.      Bahan dan metode penelitian
5.      Hasil
6.      Pembahasan
7.      Simpulan dan saran
8.      Daftar pustaka
Namun secara lebih lengkap, laporan penelitian terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu:
1.      Bagian pembuka.
2.      Bagian inti.
3.      Bagian penutup.

1.      BAGIAN PEMBUKA
Menurut arifin (1987), bagian pembuka sebuah laporan penelitian lebih lengkap harus mengandung komponen-komponen berikut ini:
a.       Judul
b.      Halaman judul
c.       Halaman pengesahan
d.      Halaman penerimaan
e.       Kata pengantar
f.       Abstrak
g.      Daftar isi
h.      Daftar tabel
i.        Daftar grafik, bagan, atau skema.
j.        Daftar singkatan dan lambing.

Judul merupakan pintu atau muka dari sebuah karya ilmiah. Dalam judul karya ilmiah harus menampilkan fakta yang ingin diungkapkan,jelas, positif, singkat, khas, serta mampu menampilkan kata kunci dari sebuah tulisan.
Halaman judul diletakkan sesudah halamaan depan atau cover.pada halaman ini umumnya terdapat judul,penuliis, dan penerbit. Selanjutnya halaman judul diikuti oleh pengesahan.
Kata pengantar dituliskan untuk memberikan gambaran secara umum kepada pembaca tentanng latar belakang konteks penelitian. Pada bagian ini penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis baik dalam pelaksanaan penelitian maupun dalam penulisan laporannya.
Abstrak digunakan untuk menyampaikan gambaran singkat mengenai latar belakang, metode, serta temuan hasil penelitian.

2.      BAGIAN INTI
Pada bagian inti seluruh komponen pendahuluan, ka[enjelasastaka dan kerangka teori, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan secara lengkap.

a.      Pendahuluan
     Secara umum bagian pendahuluan harus secara lengkap mengumakakan tentang latar belakang, ruang lingkup/pembatasan dan rumusan masalah, tujuan dan pertanyaan penelitian, serta anggapan dasar atau hipotesis.
Dalam latar belakang masalah yang baik harus mengandung tiga hal, yakni:
1)      Penalaahan/pembahasan mengenai literatur maupun hasil penelitian lain yang relevan dengan masalah yang ingin diteliti.
2)      Penjelasan mengapa peneliti menganggap masalah/topik tersebut penting untuk dipelajari.
3)       Manfaat hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi dal praktek.
        Rumusan atau formulasi tujuan penelitian dapat beruupa pernyataan atau hipotesis. Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara mengenai ada tidaknya hubungan antara 2 atau lebih variable/fenomena yang diteliti.

b.   Kajian Pustaka dan Kerangka Teori
        kajian pustaka merupakan bagian penting ysng mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa.
        Dalam sebuah laporan penelitian, seperti tesis atau disertasi biasanya disusun suatu kerangka teori berdasarkan hasil analisis atau tujuan pustaka yang telah dilakukan. Kerangka teori merupakan dasar pemikiran yang menerangkan dari sudut mana permasalahan ditinjau yang nantinya dijabarkan menjadi berbagai variable penelitian.

c.       Metodologi Penelitian
      Perbedaan utama antara karya ilmiah dengan bukan karya ilmiah adalah pada motodologi. Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara terperinci mengenai pendekatan atau desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan  dan analisis data, serta kelemahan-kelemahan penelitian.
      Uraian mengenai pendekatan atau desain penelitian pada umumnya menjelaskan tentang apakah, misalnya penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif atau kuantitatif, sensus/survey, cross-section atau time-series, eksplorasi atau korelasional, eksperimen murni atau eksperimen buatan, atau pendekatan umum lainnya.
      Populasi menerangkan mengenai kolompok target yang menjadi sasaran dalam generalisasi temuan, sedangkan penjelasan mengenai sampel menjelaskan tentang kelompok wakil populasi yang dijadikan sumber data penelitian.
      Pembahasan tentang metode pengumpulan dan analisis data pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis harus menyajikan bagaimana data dikumpulkan dari responden/sampel penelitian serta metode analisis.
 Misalnya, apakah data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner/daftar pertanyaan, wawancara atau observasi langsung.
      Hal yang tidak kalah penting lagi dalam bagian metodologi penelitian adalah uraian tentang kelemahan-kelemahan yang membatasi penelitian yang telah dilakukan. Misalnya: keterbatasan jumlah sampel, kemungkinan kontaminasi data (apabila penelitian eksperimental), serta keterbatasan waktu dan dana penelitian.

d.      Hasil dan Pembahasan
      Hasil dan pembahasan merupakan inti dari sebuah laporan penelitian. Pada bagian ini penulis harus menyajikan secara cermat dan jelas mengenai analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan sebelumnya.
      Secara umum, bagian ini menekankan tiga hal, yaitu:
1.      Hasil analisis lengkap
2.      Hasil analisis pokoknyang berhubungan dengan tujuan dan pernyataan/hipotesis penelitian
3.      Pembahasan mengenai hasil tersebut dihubungkan dengan teori dan penelitian terdahulu yang di sajikan dalam bagian kajian pustaka dan kerangka teori.

e.       Simpulan dan Saran
        Bagian ini merupakan bagian akhir dalam dari laporan penelitian. Effendi (1991) mengemukakan bahwa simpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang di lakukan.
        Penulisan simpulan dapat dilakukan dengan menggunakan penomoran (1,2,3,4,5 dan seterusnya) ataupun secara naratif. tapi untuk lebih baiknya, penulisan simpulan dipaparkan dalam bentuk kalimat dan paragraph.
        Setelah simpulan, pada bagian ini juga dipaparkan pula saran-saran yang berkaitan dengan jenis penelitian lanjutan yang dapat dilakukan serta saran-saran lain yang terkait dengan hasil penelitian atau bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang telah dialami ooleh penulisdalam penelitian yang telah dilakukan. 

3.      BAGIAN PENUTUP

      Bagian ini tidak kalah penting dalam penulisan sebuah laporan penelitian lengkap adalah bagian penutup. Bagian penutup pada umumnya, terdiri dari:

a)   Daftar pustaka
     Daftar pustaka merupakan komponen wajib yang harus dicantumkan oleh penulis, sedangkan lampiran dan daftar indeks hanya di tulis jika diperlukan.
Pada umumnya, hal-hal yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
1.      Nama penulis
2.      Tahun terbit
3.      Judul pustaka
4.      Tempat terbit
5.      Nama penerbit
Pada umumnya urutan daftar pustaka mengacu pada urutan nama belakang secara alpabetikel. Secara terperinci, tata cara penulisan daftar pustaka biasanya mengikuti aturan yang berlaku secara internasional, yaitu standar dari association of American phychology (APA).  Contohnya:
Belawati, T. 2000. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh. 
                       Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.
b)     Lampiran
Lampiran dapat berupa tabel, gambar, peta, bagan, instrument penelitian, seperti kuesioner atau daftar checklist untuk observasi dan bentuk lain yang telah dipaparkan dalam bagian inti laporan.
c)      Daftar indeks atau glosarium.
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang terdapat dalam pada laporan. Effendi (1991) mengemukakan bahwa penulisan daftar kata atau indeks harus berkelompok berdasarkan abjad awal kata atau istilah yang akan dituliskan. Penulisan indeks pada umumnya di tujukan agar pembaca cepat mencari istilah atau kata-kata khusus yang terdapat dalam laporan tersebut. Penulisan indeks disusun berdasarkan nama atau subjek secara alpabetikal.

Minggu, 11 Maret 2012

ADMINISTRASI KELAS,SEKOLAH, DAN PENDIDIKAN

makalah
 ADMINISTRASI KELAS,SEKOLAH, DAN PENDIDIKAN 


 A. ADMINISTRASI KELAS

Kelas adalah sebuah ruang dilembaga pendidikan yang merupakan wadah tempat terjadinya proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada siswa sehingga terjadilah perubahan tingkah laku. Agar pelaksanaan kegiatannya berjalan sesuai dengan tujuan, maka diperlukan pendataan terhadap seluruh komponen pembelajaran untuk diolah, dan dilaporkan hasilnya kepada kepala sekolah yaitu berupa administrasi kelas. Dengan administrasi / pengelolaan kelas yang baik dan menarik dapat mendorong siswa untuk belajar dengan baik, yang memungkinkan tercapainya hasil yang baik pula, dan pada gilirannya dapat meningkatkan mutu pendidikan secara maksimal. Depdiknas (1995:11) menyebutkan 8 aspek pengelolaan kelas, yaitu: 
1. Mengecek kehadiran siswa
2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai pekerjaan siswa tersebut.
3. Pendistribusian bahan dan alat 
4. Mengumpulkan informasi dari siswa 
5. Mencatat data siswa 
6. Pemeliharaan asrip 
7. Menyampaikan materi pembelajaran 
8. Memberikan tugas/PR
         Bidang garapan administrasi pendidikan, merupakan kegiatan catat mencatat (recording) dan lapor melapor (reporting) seluruh komponen kegiatan yang dilaksanakan didialam kelas, yang meliputi: 
1.   Buku supervisi
2.   Buku peniramaan dan pengambilan rapor 
3.   Daftar hadir siswa (absen) 
4.   Buku penilaian  
5.   Buku mutasi siswa
6.   Buku notulen rapat      
7.   Grafik absen siswa     
8.   Jadwal pelajaran 
9.   Buku keuangan
10. Papan absen harian 
11. Buku tamu
12 Denah tempat duduk siswa 
13. Buku BP
14. Daftar inventaris kelas 
15. Buku UKS/berobat
16. Kalender pendidikan

a) Kegiatan administratif manajemen kelas 
1.1 Perencanaan kelas Perencanaan yang utama adalah menjabarkan kurikulum menjadi program pembelajaran yang konkrit sesuai dengan waktu yang tetsedia. Seperti: program tahunan, program semester, program bulanan,program mingguan, dan program harian. Selain itu perlu juga kegiatan ekstrakurikuler seperti: program pramuka,olahragakesenian,les belajar tambahan, bimbingan konseling, uks, dsb. 
1.2 Pengorganisasian kelas Guru diharapkan dapat membagi beban kerja, tanggung jawab,wewenang kepada semua pihak (guru dan guru) dan juga mengikut sertakan siswa dalam pengelolaan kelas. Melengkapi alat-alat yang diperlukan dan membuat struktur organisasi kelas. 
1.3 Pengarahan kelas Pengarahan kelas dilakukan agar setiap kegiatan tidak menyimpang dari tujuan dan ketentuan. Hal ini tentunya memerlukan bimbingan dan kerjasama dengan kepala sekolah,supervisor, dan konselor dengan jalan musyawarah. 
1.4 Koordinasi kelas Koordinasi bertujuan membawa semua material,fasilitas, dan teknik-teknik kedalam hubungan kerja yang harmonis dengan tugas dan peranan masing-masing untuk menyampaikan saran, pendapat dan gagasan baik dalam bidang kerjanya sendiri maupun bidang kerja yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. 
1.5 Komunikasi kelas Menonjolkan hubungan manusiawi yang harmonis, dengan cara musyawarah,diskusi baik hubungan pribadi maupun kelompok dengan menggunakan jaringan komunikasi yang berdaya guna. 
1.6 Kontrol kelas Apabila ada yang menemukan kekurangan tentunya perlu adanya upaya perbaikan, untuk itu perlu adanya control kerja terhadap program kelas yang telah disusun. Apabila ini sudah dilakukan maka akan muncul penilaian terhadap keberhasilan dan kegagalan kerja yang dilakukan. 

 b.) kegiatan operatif manajemen kelas 

2.1 tata usaha kelas 
     a. Menghimpun dan mencatat data siswa yang bersifat tetap. 
     b. Menncatat dan membuat buku inventaris kelas 
     c. Membuat jadwal pelajaran 
     d. Membuat dan mengirim laporan kelas tentang siswa 
     e. Menyelenggarakan surat menyurat kelas, mengagendakan,menanggapi/menjawab, dan mengarsipkan. 
2.2 kegiatan perbekalan kelas 
  a. Alat pendidikan yang berhubungan langsung dengan proses brelajar mengajar (papan tulis, buku sumber,alat olahraga, kesenian, dsb)
    b. Alat non-kependidikan yang tidak langsung berhubungan: meja dan kursi guru dan siswa, lemari, papan absen, buku agenda, buku raport, buku pribadi murid, buku absensi, dsb 
2.3 kegiatan keuangan kelas Untuk melaksanakan program kelas, diperlukan sejumlah dana yang bersemuber dari: pemerintah pusat, pemprop dan pemkab, donator,dll 
2.4 kegiatan pembinaan personal kelas Pengaturan tempat duduk siswa dengan berbagai pertimbangan. 

B. ADMINISTRASI SEKOLAH 
         Administrasi sekolah merupakan salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu administrasi pendidikan yang dilaksanakan disekolah. Salah satu alat administrasi disekolah adalah tata usaha. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa administrasi sekolah adalah semua kegiatan yang dijalankan disekolah untuk mencapai tujuan pendidikan disekolah. Administrasi sekolah, memberikan kewenangan penuh kepada pihak sekolah untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan mengevaluasi komponen-komponen pendidikan sekolah yang bersangkutan. 
 Prinsip Umum 
a) Administrasi Sekolah bersifat praktis dan fleksibel, dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan situasi nyata di sekolah. 
b) Administrasi Sekolah berfungsi sebagai sumber informasi bagi peningkatan pengelolaan pendidikan dan kegiatan belajar-mengajar. 
c) Administrasi Sekolah dilaksanakan dengan suatu sistem mekanisme kerja yang menunjang realisasi pelaksanaan kurikulum.

 Komponen-komponen administrasi sekolah Adapun Komponen-komponen administrasi sekolah yaitu: 
 1. Adminsitrasi Kesiswaan
 Secara umum administrasi sekolah adalah kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan siswa. Adminsitrasi kesiswaan mencakup: • Jumlah siswa, yang terdiri dari: (a) jumlah siswa secara keseluruhan, (b) jumlah siswa tiap angkatan (berdasarkan tahun masukan) , dan (c) jumlah jumlah siswa tiap-tiap kelas. • Identitas siswa, yang mencakup: (a) jenis kelamin, (b) usia siswa , dan (c) latar sosial siswa. Fungsi Administrasi Kesiswaan a) mengetahui secara umum kondisi siswa yang sedang mengikuti pembelajaran pada setiap tahun pembelajaran b) merencanakan jumlah siswa yang dapat direkrut untuk tahun pembelajaran berikutnya, c) sebagai masukan dalam menerncanakan Rencana Anggaran Pendepatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)
. 2. Administrasi Kurikulum 
 Administrasi Kurikulum meliputi kegiatan pencataan dan pengelolaan kurikulum. Kegiatan tersebut meliputi: a) ketersediaan kurikulum yang digunakan sebagai pegangan mengajar pada tiap angkatan, b) ketersediaan jabaran kurikulum dari tiap-tiap mata pelajaran , yang meliputi: SK (Standar Kompetensi), KD (Kompetensi Dasar), dan Indikator. c) ketersediaan Satuan Acara pembelajaran /Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada tiap mata pelajaran pada setiap tingkatan kelas. d) deskripsi sajian pokok bahasan dari tiap mata pelajaran untuk tiap-tiap semester pembelajaran.
 3. Administrasi pendidik dan tenaga kependidikan 
 Tenaga pendidik, berdasarkan UU 20/2003 adalah tenaga yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya dan ditugaskan untuk mengajar/sebagai guru. Sedangkan tenaga kependidikan adalah tenaga yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya yang ditugaskan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Tenaga pendidik di sekolah adalah guru, sedangkan Tenaga kependidikan adalah: (a) Pustakawan, (b) Laboran, dan (c)Teknisi sumber belajar.
                  Tenaga pendidik dan kependidikan bertugas : menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Secara umum fungsi administrasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan adalah: • untuk menghitung ketersedian jmlah tenaga berdasarkan jumlah rombongan belajar pda tiap-tiap kelas, sehingga tidak terjadi overload ja pembelajaran. • untuk digunakan sebagai dasar perencanaan penambahan dan pengembangan tenaga.

 4. Administrasi Sarana-Prasarana Prasarana sekolah
           Secara umum prasarana sekolah meliputi: (1) lapangan sekolah , (2) gedung, (3) ruang kelas, (4) meja kursi guru dan siswa, (5) gudang, (6) kamar mandi, (7) perpustakaan sekolah, (8) laboratorium, (9) telepon/fax, dll. Sedangkan sarana sekolah adalah meliputi semua benda/barang yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran.
            Sarana sekolah meliputi: (1) kurikulum, (b) buku peganganguru, (c) buku bacaan siswa, (d) alat-alat laboratorium,(e) Alat tulis kantor, (f) alat bantu media pembelajaran,dll. Administrasi sarana prasarana sekolah meliputi: • Jumlah prasarana yang dimiliki sekolah, kondisi dan statusnya nya pada tahun tertentu, yang meliputi: jumlah sarana yang dimiliki sekolah dan kondisinya pada tahun tertentu, baik yang bersifat tetap dan habis pakai. • Hal-hal yang dicatat dalah administrasi sarana danprasarana adalah: (1) jumlah sarana prasarana, macam dan jenis sarana prasana, (2) tanggal pembelian/penggadaan, (3) lokasi sarasa, dan (4) kondisi sarana prasarana. Fungsi Administrasi Sarana Prasarana disamping mencactat keberadaan sarana dan prasarana sekolah juga untuk: (1) memberi masukan pada pemimpin sekolah yang berkaitan dengan perbaikan berdasarkan kondisi yang ada, dan (2) penambahan sarana prasarana sekolah berdasarkan jumlah siswa yangmengikuti proses pembelajaran. 

5. Administrasi Keuangan
 Komponen keuangan sekolah merupakan ketatausahaan dan tindakan keuangan meliputi: pencatatan data, perencanaan,pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggung jawaban keuangan. Adapun tugas keuangan yaitu antara lain : • Perencanaan RAPBS • Pelaksanaan anggaran dan Pertanggung jawaban Keuangan.  Bantuan operasional sekolah (BOS)  Bantuan operasional Pendidikan (BOP)  Komite Sekolah  Zakat, Infaq dan Shadaqah.

 6. Administrasi Kearsipan 
Adapun pekerjaan dari tenaga administrasi kearsipan meliputi ; • Mencatat surat masuk dan keluar. • Membuat surat – surat kedinasan. • Menyampaikan surat dinas kepada yang instansi terkait. • Memelihara dan meyimpan arsip surat – surat. 

 7. Administrasi Humas (Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat) Sekolah sebagai suatu sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat. Menurut kurikulum tahun 1975 (buku III D) kegiatan yang mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat meliputi : • mengatur hubungan sekolah dengan orang tua murid. • Memelihara hubungan baik dengan badan pembantu penyelenggara pendidikan (BP3). • Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah • dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta danorganisasi sosial. • Memberikan pengertian kepada masyarakat tentangsanksi sekolah, melalui bermacam-macam tekniskomunikasi. Bentuk kegiatan hubungan masyarakat yang melibatkan guru, antara lain • Pengabdian pada masyarakat, misalnyamemberi ceramah, ikut membina karangtaruna, bekerjasama dengan masyarakatsekitar dan sebagainya. • Duduk dalam kepanitiaan tertentubersama warga masyarakat setempat. • Ikut rapat bersama BP3/orang tua murid • Ikut menjaga dan mempertahankan nama baik sekolah. •

 C. ADMINISTRASI PENDIDIKAN 

 Administrasi pendidikan memiliki cakupan yang lebih luas daripada administrasi kelas, maupun administrasi sekolah. Administrasi pendidikan melibatkan banyak pihak diantaranya para kepala sekolah, para Pembina, pengawas, pejabat-pejabat senior dilingkungan depertemen P dan K, guru, staf sekolah serta peserta didik yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan.
 Pada dasarnya proses administratif pendidikan meliputi: 
 1. Perencanaan (planning)
 2. Pengorganisasian (organizing)
 3. Pemberian bimbingan (counseling) 
 4. Pengoordinasian(coordinating) 
 5. Pengomunikasian(communication) 
 6. Pengontrolan(controlling) 
 7. Penilaian(evaluating)

         Lembaga pendidikan seperti organisasi sekolah merupakan kerangka kelembagaan dimana administrasi pendidikan dapat berperan dalam mengelola organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dilihat dari tingkatan-tingkatan suatu organisasi dalam hal ini sekolah, administrasi pendidikan dapat dilihat dalam tiga tingkatan yaitu: (Murphy dan Louis, 1999):
1. Tingkatan institusi (Institutional level). Tingkatan institusi berkaitan dengan hubungan antara lembaga pendidikan (sekolah) dengan lingkungan eksternal. 
2. Tingkatan manajerial (managerial level) Tingkatan manajerial berkaitan dengan kepemimpinan, dan organisasi lembaga (sekolah). 
3. Tingkatan teknis (technical level) Tingkatan teknis berkaitan dengan proses pembelajaran. Dengan demikian administrasi pendidikan dalam konteks kelembagaan pendidikan mempunyai cakupan yang luas, disamping itu bidang-bidang yang harus ditanganinya juga cukup banyak dan kompleks dari mulai sumberdaya fisik, keuangan, dan manusia yang terlibat dalam kegiatan proses pendidikan di sekolah. 

Selasa, 27 Desember 2011

Kamis, 22 Desember 2011

New7Wonders Baru Resmikan 7 Keajaiban Dunia Pada Awal 2012


Zurich - Tujuh keajaiban dunia versi New7Wonders untuk kategori alam memang sudah diumumkan. Namun hasil itu masih berdasarkan perhitungan sementara. Pemenang sejati baru diketahui awal tahun 2012.

Hal ini diungkapkan pendiri yayasan New7Wonders, Bernard Weber, lewat surat elektronik kepada detikcom, Sabtu (12/11/2011). Menurut Weber, pihaknya perlu melakukan pemeriksaan, validasi, dan verifikasi hasil perhitungan secara independen.

"Setelah proses validasi pemungutan suara selesai, pada awal tahun 2012, New7Wonders kemudian akan bekerja dengan pemenang untuk mengatur acara inagurasi dengan para pemenang resmi," jelasnya.

"Sebagai catatan, ada kemungkinan satu atau lebih para pemenang sementara yang diumumkan hari ini tidak akan terkonfirmasi selama proses validasi," sambungnya.
Weber menambahkan, masing-masing pemenang akan dikonfirmasi untuk perayaan malam inagurasi. Perayaan dan penyambutannya dilakukan di kota atau ibukota dari tempat yang telah dipilih masyarakat sehingga menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia baru.

"Kami mengucapkan selamat kepada masing-masing peserta dalam mencapai status pemenang sementara di New7Wonders of Nature, dan berharap untuk menyelesaikan proses konfirmasi segera untuk merayakan upacara resmi di awal 2012," tambahnya.

Pada Sabtu dinihari tadi, New7Wonders sudah mengumumkan 7 pemenang sementara keajaiban dunia untuk kategori alam. Salah satu di antara peraih suara terbanyak adalah Pulau Komodo.

Sejak empat tahun lalu, yayasan New7Wonders memang sudah melakukan voting dan kampanye terhadap 440 lokasi dari 220 negara untuk menentukan 28 finalis yang akan masuk dalam 7 keajaiban dunia.

Berikut ketujuh daftar 7 keajaiban dunia versi New7Wonders berdasarkan abjad:
1) Amazon
2) Halong Bay
3) Iguazu Falls
4) Jeju Island
5) Komodo
6) Puerto Princesa Underground River
7) Table Mountain
"text/javascript" src="https://sites.google.com/site/exeloph/file/Twitterbang.js">