Minggu, 18 Maret 2012

ABSTRAK


PENYUSUNAN ABSTRAK


A. PENGERTIAN ABSTRAK

            Secara umum, abstrak dapat diartikan sebagai versi mini dari sebuah karya ilmiah. Menurut Houghton (1975) abstrak dapat didefenisikan sebagai rangkuman informasi yang terdapat dalam sebuah dokumen. Menurut American national standards institute (1977) abstrak yang dipersiapkan dengan baik akan memungkinkan pembaca untuk mengidentifikasi materi inti dari sebuah dokumen secara cepat dan akurat sehingga pembaca dapat mengetahui apakah dokumen tersebut terkait dengan kebutuhan mereka.
            Day (1993) menyatakan bahwa abstrak karya ilmiah harus memaparkan:
1.      Tujuan utama dan ruang lingkup penelitian.
2.      Bahan dan metode yang digunakan.
3.      Memberikan ringkasan hasil.
4.      Simpulan untuk hal-hal yang mendasar.

Weisberg & buker (1990) menyebutkan bahwa abstrak laporan penelitian pada intinya terdiri dari lima hal penting yaitu:
1.      Latar belakang.
2.      Tujuan.
3.      Method.
4.      Hasil.
5.      Simpulan.
Panjang abstrak pada umumnya tidak melebihi 250 kata.

B. JENIS ABSTRAK
            Menurut day (1993) abstrak dalam penulisan ilmiah terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.      Abstrak informatif.
Abstrak informatif  merupakan ringkasan dan memuat hal-hal pokok yang asli dalam sebuah karya ilmiah, yang banyak digunakan dalam penulisan makalah jurnal atau karya ilmiah hasil penelitian.
Pada umumnya karya ilmiah memaparkan permasalahan, metode penelitian, dan utama/hasil penelitian, dan simpulan.
2.      Abstrak deskriptif.
Abstrak deskriptif dirancang untuk menunjukkan subjek atau bahasan dari sebuah karya ilmiah yang mempermudah calon pembaca untuk memutuskan apakah mereka akan membaca seluruh karya tersebut atau tidak. Abstrak ini tidak dapat menggantikan karya ilmiah yang utuh. Oleh karena itu, abstrak jenis ini digunakan dalam publikasi berbentuk review materi, laporan seminar, dan lain-lain.
            Walaupun abstrak dapat bersifat informatif dan deskriptif,  namun biasanya penulisan abstrak merupakan kombinasi dari keduanya.

C. KEGUNAAN ABSTRAK
            Jika abstrak diterbitkan bersama dengan naskah aslinya maka abstrak dapat berfungsi sebagai petunjuk depan atau heading bagi pembaca. Kegunaan lain dari abstrak adalah dengan membaca abstrak, pembaca dapat mengetahui secara cepat perkembangan ilmu dalam bidang tertentu yang ingin diketahui secara garis besar.

D. PENYUSUNAN ABSTRAK KARYA ILMIAH PENELITIAN
            Dalam menyusun abstrak, bagian pertama yang harus ditulis adalah latar belakang. Latar belakang yang dituliskan disini adalah menuliskan beberapa informasi latar belakang yang penting yang mendasari pelaksanaan penelitian secara singkat. Penulisan tujuan penelitian dalam abstrak juga harus ditulis secara singkat namun tidak menguranngi esensi tujuan penelitian. Informasi lain yang harus dituliskan dalam abstrak adalah metode dan hasil penelitian yang ditulis dengan singkat dan jelas, hasil penelitian dan penulisan simpulan dan rekomendasi.
            Disamping itu, abstrak juga tidak diperlukan biblografi, gambar, atau tabel. Walaupun abstrak ditulis secara singkat jangan gunakan singkatan. Namun, apabila singkatan dapat digunakan setelah untuk pertama kalinya diberikan dalam versi lengkapnya.
            Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penyusunan abstrak, perhatikan contoh abstrak berikut:
Abstrak
Tutorial merupakan bagian integral dan system pendidikan jarak jauh. Universitas terbuka (UT) setelah mengembangkan dan menawarkan sebagai modus tutorial melalui berbagai media. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, UT juga menawarkan tutorial online melalui internet, makalah ini melaporkan hasil penelitian yang dilakukan untuk melihat korelasi antara partisipasi mahasiswa dalam tutorial onlne dengan hasil belajar mereka. Berdasarkan data dari 1000 mahasiswa dalam 160 mata kuliah tutorial online selama dua semester, hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara tingkat pertisipasi mahasiswa dalam tutorial online dengan tingkat hasil belajar mereka.
            Pada contoh diatas, apabila dibaca dengan cermat kalimat pertama dan  kedua merupakan latar belakang dari penelitian yang dilakukan, sedangkan berikutnya dipaparkan tentang tujuan dan ruang lingkup penelitian, diikuti dengan metodologi yang digunakan dalam penelitian. Kalimat berikutnya adalah penjelasan tentang hasil penelitian dan diakhiri dengan simpulan. Walaupun hanya 89 kata, namun telah secara komprehensif menggambarkan keseluruhan isi karya ilmiah.
            Pada umumnya, dalam menulis abstrak penulis kerap kali mengalami abstrak yang ditulis terlalu panjang. Menurut Weisberg dan buker (1990) dalam proses pengurangan atau memperpendek abstrak pada dasarnya hanya dapat dengan mengurangi dua atau tiga elemen dengan memfokuskan abstrak pada hasil penelitian. Hal pertama yang dapat dikurangi adalah latar belakang. Kemudian, dapat pula dilakukan penyatuan antara tujuan dan metode penelitian yang digunakan. Pada bagian terakhir simpulan dan rekomendasi dapat juga dipadatkan dalam satu atau dua kalimat saja. Salah satu proses memperpendek abstrak dapat dilakukan dengan cara menyatukan metode serta mengintegrasikan simpulan dan rekomendasi. 
            Penulisan abstrak biasanya diikuti dengan penulisan kata-kata kunci yang digunakan dalam penyajian makalah. Kata kunci dalam penyajian sebuah makalah pada umumnya dipilih dari kata yang paling mewakili atau mencerminkan isi dari uraian yang dituliskan dalam makalah tersebut. Kata kunci biasanya digunakan untuk mempermudah pencarian makalah yang membahas tentang hal tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"text/javascript" src="https://sites.google.com/site/exeloph/file/Twitterbang.js">